This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Entri yang Diunggulkan

EXTENSI VS CODE UNTUK WORDPRESS

Berikut beberapa ekstensi yang berguna untuk pengembangan WordPress di VS Code: 1. WordPress Toolbox Ekstensi ini menyediakan fitur-fitur se...

BELAJAR PROGRAMMING CARA MUDAH DAN CEPAT

hidup adalah mencari kesenangan dan menyalurkan hobby berkat dari bakat dan talenta. agar betah untuk hidup di dunia. "malaikat akan menjagai orang yang sedang belajar" selama masih senang dan suka untuk belajar artinya akan dipanjangkan umurnya; bukankah begitu? sudah enggan belajar sama dengan menunggu saatnya untuk mati dan dibangkitkan kembali lain waktu entah kapan, hidup di alam kubur yang tidak kenal waktu, antara ada dan tiada.

dan belajar apa pun juga adalah praktek langsung mengikuti tutorial, tanpa perlu banyak menghafal dan baca banyak teori.

bisa adalah karena terbiasa
menjadi ahli karena banyak pengalaman gagal dan trus berusaha untuk bisa.


sudah tidak jamannya belajar dengan duduk di bangku sekolah. komersialisasi dunia pendidikan dengan dalih mencerdaskan yang justru hanya mencetak 'robot pasif' dan 'bodoh'.

internet diciptakan sebagai dunia pendidikan murah meriah. belajar bijak menyikapi internet dunia terbuka dan bebas yang selalu diikuti oleh tindakan dan pelaku kejahatan akibat uang.


1994 DONGKELAN KAUMAN

ebay mengembangkan dan meluncurkan tahun berapa ya?
ChatGPT mengatakan:
ChatGPT

eBay diluncurkan pada tahun 1995 . Awalnya, eBay dibuat oleh Pierre Omidyar sebagai sebuah situs lelang online yang disebut "AuctionWeb". Situs ini pertama kali ditujukan untuk menjual barang-barang koleksi, seperti barang-barang antik. Pada tahun 1997, eBay berganti nama menjadi "eBay" dan mulai berkembang pesat sebagai platform e-commerce global.


eBay pertama kali diluncurkan pada 3 September 1995 . Awalnya, eBay adalah situs lelang online yang didirikan oleh Pierre Omidyar di San Jose, California. Nama awalnya adalah "AuctionWeb," dan itu dimulai sebagai proyek sampingan Omidyar sebelum berkembang menjadi platform e-commerce besar yang dikenal sekarang.

Pada tahun 1997, nama "AuctionWeb" diganti menjadi eBay, dan sejak saat itu, eBay berkembang pesat menjadi salah satu pasar terbesar di dunia.


[AIKON !] JOGJA.

______


perkembangan internet sejak ada email dan milis yahoo! messenger kemudian situs web dan blogger/wordpress
ChatGPT mengatakan:
ChatGPT

Perkembangan internet sejak munculnya email, Yahoo! Messenger, hingga website dan platform blogging seperti Blogger dan WordPress dapat diterjemahkan dalam beberapa tahap penting. Berikut adalah rangkuman perjalanannya:

1. Munculnya Email (1970-an - 1990-an)

  • 1970-an : Email pertama kali ditemukan oleh Ray Tomlinson pada tahun 1971. Email awalnya digunakan untuk komunikasi dalam jaringan komputer yang sama, tetapi perkembangan jaringan besar (seperti ARPANET, cikal bakal internet) memungkinkan email untuk digunakan antar komputer yang berbeda.
  • 1980-an : Email mulai digunakan lebih luas, terutama di kalangan akademisi dan militer. Pada masa ini, standar untuk email seperti format alamat email (user@domain) mulai dikenal.
  • 1990-an : Email menjadi salah satu aplikasi pertama yang memungkinkan komunikasi massal antar individu di seluruh dunia. Penyedia layanan email gratis, seperti Yahoo! Mail (1997), mulai menarik banyak pengguna.

2. Milis dan Yahoo! Messenger (1990-an - 2000-an)

  • Milis (Mailing Lists) : Pada tahun 1990-an, milis atau milis menjadi cara populer untuk berbagi informasi dengan banyak orang melalui email. Milis ini memungkinkan orang untuk berlangganan sebuah grup dan menerima email yang dikirim ke grup tersebut. Milis ini banyak digunakan untuk diskusi atau berbagi topik tertentu.
  • Yahoo! Kurir (1998) : Yahoo! Messenger adalah salah satu aplikasi pesan instan yang sangat populer di akhir 1990-an dan awal 2000-an. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan percakapan secara teks langsung dengan teman-teman mereka secara online. Messenger juga menyediakan fitur seperti berbagi file, emotikon, dan status online. Yahoo! Messenger menjadi salah satu simbol komunikasi online pada masa itu.

3. Website Perkembangan (1990-an - 2000-an)

  • 1991 : Tim Berners-Lee memperkenalkan World Wide Web (WWW), yang memungkinkan orang mengakses informasi dengan mudah melalui browser web. Website pertama yang terdaftar adalah info.cern.ch yang digunakan untuk berbagi informasi di CERN.
  • 1990-an : Website mulai bermunculan, namun masih dalam bentuk sederhana (website statis). HTML dan CSS digunakan untuk merancang dan menyusun situs web.
  • 2000-an : Website mulai berkembang dengan semakin banyaknya perusahaan dan individu yang membuat situs pribadi atau bisnis. Pada masa ini, CMS (Content Management System) mulai berkembang untuk mempermudah pengelolaan konten tanpa perlu menulis kode secara manual.

4. Blog dan Platform CMS (2000-an - 2010-an)

  • Blogger (1999) : Blogger adalah salah satu platform blogging pertama yang memudahkan orang untuk membuat blog tanpa memerlukan pengetahuan tentang pengkodean. Blogger dimiliki oleh Google sejak tahun 2003, dan menjadi salah satu platform blogging terpopuler di dunia.
  • WordPress (2003) : WordPress awalnya dimulai sebagai platform blogging yang mudah digunakan. Namun seiring berjalannya waktu, WordPress berkembang menjadi salah satu sistem manajemen konten (CMS) yang paling populer, memungkinkan pembuatan website dengan berbagai fitur dan desain yang lebih fleksibel. WordPress memanfaatkan template dan plugin untuk mengubah situs web menjadi lebih kompleks.
  • 2010-an : Blogging dan pembuatan website berkembang semakin pesat dengan munculnya berbagai platform dan tools desain yang mudah digunakan. Platform seperti Medium , Tumblr , dan Ghost menawarkan solusi untuk orang-orang yang ingin berbagi konten secara online tanpa perlu pengkodean yang rumit.

5. Media Sosial dan Aplikasi Pesan Instan (2000-an - Sekarang)

  • Facebook (2004) : Dimulai sebagai platform sosial untuk pelajar, Facebook berkembang menjadi salah satu jejaring sosial terbesar yang menghubungkan orang-orang di seluruh dunia.
  • WhatsApp (2009) : WhatsApp mulai menggantikan layanan pesan instan tradisional seperti Yahoo! Messenger dan ICQ dengan menyediakan komunikasi berbasis data (internet).
  • Instagram (2010) : Sebagai platform berbagi foto dan video, Instagram menjadi pusat bagi pengguna untuk berbagi konten visual secara langsung.

6. Era Web 2.0 (2004 - Sekarang)

  • Web 2.0 : Istilah ini muncul untuk menggambarkan era baru internet yang fokus pada interaksi pengguna dan konten yang dihasilkan oleh pengguna (user-generated content). Contohnya adalah YouTube (2005), Facebook, Twitter (2006), dan platform lainnya yang memungkinkan pengguna untuk berkolaborasi dan berinteraksi dalam berbagai cara.
  • Desain Web Responsif : Seiring dengan perkembangan smartphone dan tablet, desain web yang responsif menjadi penting untuk memastikan tampilan website yang optimal di berbagai perangkat.

7. Pengaruh AI dan Teknologi Terbaru (2010-an - Sekarang)

  • AI dan Chatbots : Platform online dan aplikasi mulai mengintegrasikan AI dan chatbot untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
  • Pengembangan Web dan API : Framework dan teknologi baru seperti React , Node.js , Flask , dan FastAPI digunakan untuk membangun aplikasi web dan API yang lebih dinamis dan efisien.

Kesimpulan

Perjalanan internet dimulai dengan email dan milis sebagai alat komunikasi dasar, diikuti dengan aplikasi pesan instan seperti Yahoo! Messenger, serta platform blogging seperti Blogger dan WordPress yang mempermudah individu untuk berbagi konten. Seiring berjalannya waktu, teknologi web terus berkembang, menciptakan ekosistem yang lebih interaktif, berbasis pada konten buatan pengguna, dan mendukung aplikasi berbasis data serta media sosial.

Saat ini, internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita, dengan teknologi baru yang terus bermunculan untuk memfasilitasi komunikasi, hiburan, bisnis, dan masih banyak lagi.

Perkembangan internet sejak munculnya email, milis (mailing list), Yahoo! Messenger, hingga website dan platform blogging seperti Blogger dan WordPress sangat menarik untuk ditelusuri. Berikut ini gambaran singkat tentang perkembangan tersebut:

1. Email (1970-an hingga 1990-an)

  • 1970-an : Email pertama kali diciptakan oleh Ray Tomlinson pada tahun 1971. Dia menggunakan simbol "@" untuk membedakan nama pengguna dan nama host.
  • 1980-an : Email mulai digunakan secara lebih luas di kalangan akademisi dan di institusi besar.
  • 1990-an : Pada awal tahun 90-an, penyedia email gratis seperti Hotmail (1996) dan Yahoo Mail (1997) muncul, memungkinkan siapa saja untuk mengakses layanan email dengan mudah tanpa harus memiliki akun di ISP tertentu.

2. Milis (Milis) (1990-an hingga 2000-an)

  • Milis adalah layanan diskusi berbasis email yang memungkinkan pengguna untuk berlangganan dan berkomunikasi melalui grup email.
  • Platform seperti Yahoo! Groups (1998) memungkinkan pengguna membuat grup diskusi atau milis dengan mudah. Ini sangat populer pada masa itu untuk berbagi informasi, berdiskusi, atau membangun komunitas berdasarkan minat tertentu.
  • Listserv juga merupakan sistem milis yang populer sejak 1986 dan digunakan di kalangan akademisi dan profesional.

3. Yahoo Messenger (1998-2018)

  • 1998 :Yahoo! Messenger diluncurkan sebagai layanan pesan instan (IM), memungkinkan pengguna untuk saling mengirim pesan secara langsung.
  • 2000-an : Yahoo! Messenger menjadi salah satu aplikasi chatting paling populer, menyediakan fitur seperti pesan suara, video call, dan berbagi file.
  • 2010-an : Namun, dengan berkembangnya aplikasi perpesanan seperti WhatsApp, Facebook Messenger, dan lainnya, popularitas Yahoo! Messenger menurun.
  • 2018 :Yahoo! Messenger akhirnya dihentikan pada tahun ini.

4. Website (1990-an hingga sekarang)

  • 1990-an : Website pertama kali muncul di awal tahun 90-an dengan diluncurkannya World Wide Web (WWW) oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1991.
  • 1994 : Netscape Navigator , browser web pertama yang populer, memungkinkan orang mengakses situs dengan mudah.
  • 1995-2000 : Banyak website bermunculan, dan e-commerce mulai berkembang pesat, dengan situs seperti Amazon (1994) dan eBay (1995) menjadi pionir di bidangnya.

5. Blogging (1990-an hingga sekarang)

  • 1990-an : Blog pertama kali muncul sekitar akhir 1990-an. Open Diary (1998) adalah salah satu platform pertama yang memungkinkan orang menulis dan berbagi cerita secara online.
  • Blogger (1999) : Platform blogging pertama yang sangat populer, yang didirikan oleh Evan Williams dan Biz Stone, yang kemudian diakuisisi oleh Google pada tahun 2003.
  • WordPress (2003) : WordPress diluncurkan oleh Matt Mullenweg dan Mike Little. Awalnya dimulai sebagai platform blogging, namun kemudian berkembang menjadi sistem manajemen konten (CMS) yang sangat populer untuk membuat website dan blog.
  • 2000-an hingga sekarang : Blogging berkembang pesat, dengan munculnya berbagai platform seperti Medium dan Tumblr. Platform Blogger dan WordPress menjadi yang paling banyak digunakan oleh para penulis, pembuat konten, dan pemilik website.

6. Era Sosial Media dan Mobile Apps (2000-an hingga sekarang)

  • 2004 : Facebook diluncurkan dan mulai merevolusi cara orang berinteraksi secara sosial di internet.
  • 2005 : YouTube diluncurkan, memungkinkan orang untuk berbagi video secara mudah.
  • 2006 : Twitter diluncurkan, membawa konsep mikroblog.
  • 2007 : Instagram (2010) dan Snapchat (2011) memperkenalkan format berbagi foto dan video dengan fitur cerita singkat.
  • Seiring berkembangnya platform media sosial, aplikasi perpesanan berbasis cloud seperti WhatsApp, Telegram, dan Facebook Messenger menggantikan Yahoo! Kurir.

7. Perkembangan Internet Secara Umum

  • 2000-an : Munculnya Web 2.0 , yang memperkenalkan interaktivitas dan kolaborasi di dunia maya, memungkinkan pengguna untuk membuat konten mereka sendiri (user-generated content).
  • 2010-an : Era mobile-first , penggunaan internet melalui smartphone semakin dominan.
  • 2020-an : Saat ini, internet semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari. Komputasi awan , IoT (Internet of Things) , dan perkembangan AI (Artificial Intelligence) menjadi tren utama.

Dari email hingga media sosial dan platform blog, internet telah berkembang pesat dalam waktu yang relatif singkat. Setiap inovasi membuka jalan untuk cara baru dalam berkomunikasi, berbagi informasi, dan berbisnis secara online.



____________________

Bitcoin dan altcoin adalah dua kategori utama

1. Bitcoin (BTC)

  • Diciptakan : BitcoinBuku catatan Satoshi Nakamoto
  • Peluncuran : Bitcoin ptahun 2009
  • Fungsi: Bitcoin bermata uang digital atau
  • Teknologi : Bitcoin Menrantai blok ,
  • Desentralisasi : Bitcoin
  • Penciptaan Bitcoin : Bitcoipertambangan , yaitu dengan meme
  • Jumlah Terbatas : Bitcoin mdeflasi bitcoin
  • Volatilitas : Nilai

2. Koin Alt

  • DefinisiAltcoin adalah
  • Beragam Jenis Altcoin : Ada ribuan altcoin yang ada di pasar, dan mereka bisa sangat berbeda dalam hal teknologi dan tujuan penggunaan. Beberapa altcoin yang populer antara lain:
    • Ethereum (ETH) : Eterkontrak pintar dan a
    • Riak (XRP) : R
    • Litecoin (LTC) : Litecoin tersedia
    • Cardano (ADA) : Cardano
    • Koin Binance (BNB) : Bina
    • Polkadot (DOT) : Polk
    • Dogecoin (DOGE) : Awal
    • Solana (SOL): Solana ada

Perbedaan Antara Bitcoin dan Altcoin

  • Pencipta : Bitcoin
  • Keamanan dan Teknologi : Banyak
  • Tujuan Penggunaan : Bitcoin lebih dikenal sebagai penyimpan nila

Keuntungan dan Resiko

  • Keuntungan Bitcoin :
    • Pionir dan Pal
    • Dianggap sebagai te
    • Jaringan san
  • Risiko Bitcoin :
    • Volatilitas ya
    • Konsumsi energi tinggi dalam proses mining (untuk PoW).
  • Keuntungan Altcoin :
    • Banyak altcoin yang menawarkan fitur dan kegunaan tambahan, seperti kecepatan transaksi yang lebih cepat, biaya lebih rendah, dan f
  • Risiko Altcoin :
    • Lebih sedikit yang teruji dan lebih rentan terhadap penipuan atau kegaga
    • Banyak altcoin yang lebih spekulatif dan memiliki risiko volatilitas yang tinggi.

5. Perkembangan dan Masa Depan

  • Bitcoin adalah"penyimpanan nilai" atau suku cadang
  • Altcoin yang dimilikiDeFi (Decentralized Finance) , aplikasi terdesentralisasi, dan b
  • Masa Depan : Seiring berkembangnya teknologi

Jika kamu tertarik mendalami lebih lanjut, kita bisa membahas lebih lanjut tentang teknologi di balik altcoin tertentu atau bagaimana cara berinvestasi dan memanfaatkan cryptocurrency secara efektif.

MENGENAL PHYTON

saya hanya mengerti css, html dan sedikit javascript, saya tahu fiton bahasa pengembangan untuk API website pihak ketiga.
ChatGPT mengatakan:
ChatGPT

Terima kasih atas penjelasannya! Karena kamu sudah terbiasa dengan HTML, CSS, dan sedikit JavaScript, kamu memiliki dasar-dasar yang baik untuk memulai dengan Python.

Python sering digunakan untuk membangun API, jadi kita bisa mulai dengan memahami dasar-dasar Python dan kemudian beralih ke pembuatan API. Berikut beberapa topik dasar yang bisa kita bahas terlebih dahulu:

  1. Sintaks dasar Python : Variabel, tipe data (seperti string, integer, list, dll.), dan operasi dasar.
  2. Struktur kontrol : Penggunaan if, for, dan whileuntuk logika pemrograman.
  3. Fungsi : Cara membuat dan memanggil fungsi di Python.
  4. Modul dan pustaka : Memahami bagaimana Python dapat memperluas kemampuannya dengan modul eksternal.
  5. Pengenalan Flask atau FastAPI : Dua framework Python yang populer untuk membuat API.

Apa kamu ingin memulai dengan yang pertama atau langsung ke pengembangan API menggunakan Python?

Terima kasih sudah menjelaskan! Karena kamu sudah memiliki dasar-dasar dalam pengembangan web, kita bisa mulai dengan pengenalan Python dari sudut pandang yang relevan dengan pengembangan web dan API.

Untuk memulai, mari kita fokus pada beberapa konsep dasar Python yang sering digunakan untuk membuat API atau aplikasi web. Beberapa konsep penting yang akan kita pelajari adalah:

  1. Sintaks dasar Python : variabel, tipe data, dan operasi dasar.
  2. Penggunaan fungsi dan modul : bagaimana menyusun kode yang lebih rapi dan efisien.
  3. Struktur kontrol : kondisi dan perulangan.
  4. Pengenalan ke Flask atau FastAPI : framework untuk membuat API dengan Python.
  5. menghubungkan Python dengan database : agar API bisa menyimpan dan mengambil data.

Apakah Anda ingin memulai dengan pembahasan tentang sintaks dasar Python terlebih dahulu atau langsung ke bagian yang lebih relevan dengan API dan framework seperti Flask/FastAPI?


LARAVEL LOGIN MENU

bantu saya membuat halaman login menu di laravel

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat halaman login menggunakan Laravel. Kita akan membuat login form sederhana menggunakan Laravel 10 dan menggunakan salah satu framework CSS seperti Tailwind atau Materialize untuk desain.


Langkah 1: Install Laravel

Pastikan Laravel sudah terinstal di komputer Anda. Jika belum, Anda bisa menginstalnya dengan Composer:

bash




composer create-project laravel/laravel login-project
cd login-project


Langkah 2: Install Paket Autentikasi Laravel Breeze (Opsional)

Laravel Breeze menyediakan autentikasi dasar yang cepat. Anda bisa menggunakannya untuk menghemat waktu.

bash

composer require laravel/breeze --dev php artisan breeze:install npm install && npm run dev php artisan migrate

Ini akan otomatis menghasilkan halaman login, register, dan sebagainya.

Jika Anda ingin membuat halaman login manual, lanjutkan ke langkah berikut.


Langkah 3: Buat Controller untuk Login

Jika Anda ingin membuat login manual tanpa Laravel Breeze, Anda bisa membuat controller untuk menangani login:

bash
php artisan make:controller AuthController

Kemudian, tambahkan metode showLoginForm() dan login() ke dalam controller:

php

<?php namespace App\Http\Controllers; use Illuminate\Http\Request; use Illuminate\Support\Facades\Auth; class AuthController extends Controller { public function showLoginForm() { return view('auth.login'); } public function login(Request $request) { $credentials = $request->validate([ 'email' => 'required|email', 'password' => 'required', ]); if (Auth::attempt($credentials)) { $request->session()->regenerate(); return redirect()->intended('dashboard'); } return back()->withErrors([ 'email' => 'The provided credentials do not match our records.', ]); } }

Langkah 4: Buat Route

Tambahkan route untuk halaman login di routes/web.php:

php

use App\Http\Controllers\AuthController; Route::get('/login', [AuthController::class, 'showLoginForm'])->name('login'); Route::post('/login', [AuthController::class, 'login']); Route::get('/dashboard', function () { return 'Welcome to Dashboard!'; })->middleware('auth');

Langkah 5: Buat View untuk Halaman Login

Buat file view resources/views/auth/login.blade.php:

Dengan Tailwind CSS

html

<!DOCTYPE html> <html lang="en"> <head> <meta charset="UTF-8"> <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0"> <title>Login</title> @vite('resources/css/app.css') </head> <body class="flex items-center justify-center h-screen bg-gray-100"> <div class="w-full max-w-md p-8 space-y-6 bg-white rounded shadow-md"> <h2 class="text-2xl font-bold text-center">Login</h2> <form action="{{ route('login') }}" method="POST" class="space-y-4"> @csrf <div> <label for="email" class="block text-sm font-medium text-gray-700">Email</label> <input type="email" name="email" id="email" class="w-full p-2 border border-gray-300 rounded focus:outline-none focus:ring focus:ring-blue-300" required> </div> <div> <label for="password" class="block text-sm font-medium text-gray-700">Password</label> <input type="password" name="password" id="password" class="w-full p-2 border border-gray-300 rounded focus:outline-none focus:ring focus:ring-blue-300" required> </div> <button type="submit" class="w-full p-2 text-white bg-blue-500 rounded hover:bg-blue-600">Login</button> </form> </div> </body> </html>

Dengan Materialize CSS

Tambahkan Materialize ke dalam layout:

html

<!DOCTYPE html> <html lang="en"> <head> <meta charset="UTF-8"> <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0"> <title>Login</title> <link href="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/materialize/1.0.0/css/materialize.min.css" rel="stylesheet"> </head> <body class="valign-wrapper" style="height: 100vh; background-color: #f5f5f5;"> <div class="container"> <div class="row"> <div class="col s12 m8 offset-m2 l6 offset-l3"> <div class="card"> <div class="card-content"> <span class="card-title center">Login</span> <form action="{{ route('login') }}" method="POST"> @csrf <div class="input-field"> <input id="email" name="email" type="email" required> <label for="email">Email</label> </div> <div class="input-field"> <input id="password" name="password" type="password" required> <label for="password">Password</label> </div> <button type="submit" class="btn waves-effect waves-light blue w-100">Login</button> </form> </div> </div> </div> </div> </div> <script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/materialize/1.0.0/js/materialize.min.js"></script> </body> </html>

Langkah 6: Testing

  1. Jalankan server Laravel:
    bash

    php artisan serve
  2. Buka browser dan akses http://127.0.0.1:8000/login.



Anda bilang:
composer create-project laravel/laravel login-project ,, saya ingin laravel 9.5 saja.

Untuk menginstal Laravel versi 9.5, Anda bisa menggunakan perintah berikut saat membuat proyek baru:

bash

composer create-project laravel/laravel="9.5.*" login-project

Langkah-langkah lengkapnya:

  1. Jalankan perintah di atas di terminal atau command prompt.

  2. Setelah proses instalasi selesai, masuk ke direktori proyek:

    bash

    cd login-project
  3. Pastikan Anda menginstal dependensi tambahan jika menggunakan Laravel Breeze atau Tailwind CSS.

Jika Anda sudah mengikuti langkah-langkah sebelumnya, semua instruksi lainnya tetap sama, karena Laravel 9.5 mendukung fitur seperti autentikasi dasar dan integrasi dengan framework CSS. Kalau ada kendala, beri tahu saya! 😊


Anda bilang:
Which stack would you like to install? blade .................................................................... 0 react .................................................................... 1 vue ...................................................................... 2 api ...................................................................... 3

Berikut adalah penjelasan pilihan stack yang diberikan oleh Laravel Breeze saat instalasi:

  1. Blade (0):
    Menggunakan Blade sebagai template engine standar Laravel. Pilihan ini cocok jika Anda ingin membuat aplikasi web yang mengandalkan server-side rendering (SSR) tanpa framework frontend tambahan.

  2. React (1):
    Menggunakan React sebagai library frontend untuk membangun antarmuka pengguna yang interaktif. Pilihan ini cocok jika Anda ingin menggunakan React untuk mengelola UI dan interaksi yang kompleks.

  3. Vue (2):
    Menggunakan Vue.js sebagai framework frontend. Pilihan ini cocok jika Anda ingin menggunakan Vue untuk membuat aplikasi yang responsif dengan pendekatan berbasis komponen.

  4. API (3):
    Mengatur proyek Laravel sebagai backend API tanpa rendering antarmuka pengguna. Pilihan ini cocok jika Anda hanya membutuhkan Laravel sebagai penyedia data untuk frontend yang dibangun terpisah (misalnya, dengan React, Vue, atau framework lainnya).


Jika Anda Bingung Memilih

  • Gunakan Blade (0) jika Anda baru mulai belajar Laravel dan tidak memerlukan frontend kompleks.
  • Pilih Vue (2) atau React (1) jika Anda terbiasa dengan salah satu framework tersebut dan membutuhkan aplikasi frontend interaktif.
  • Pilih API (3) jika Anda hanya membangun API untuk konsumsi oleh aplikasi frontend eksternal atau mobile.

Untuk memilih, cukup masukkan angka yang sesuai (misalnya, 0 untuk Blade) dan tekan Enter. 😊

Anda bilang:
composer create-project laravel/laravel login-project dengan google, facebook dan github

Jika Anda ingin membuat proyek Laravel dengan fitur login menggunakan Google, Facebook, dan GitHub, Anda memerlukan paket Laravel Socialite untuk menangani otentikasi OAuth. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat proyek dengan fitur tersebut:


1. Buat Proyek Laravel

Jalankan perintah berikut untuk membuat proyek Laravel versi tertentu (misalnya 9.5):

bash

composer create-project laravel/laravel="9.5.*" login-project

Masuk ke folder proyek:

bash

cd login-project

2. Instal Laravel Socialite

Socialite adalah paket resmi Laravel untuk menangani otentikasi sosial.

Jalankan perintah berikut untuk menginstalnya:

bash

composer require laravel/socialite

3. Tambahkan Credential untuk Platform Sosial

Anda perlu membuat aplikasi di platform masing-masing (Google, Facebook, dan GitHub) untuk mendapatkan Client ID dan Client Secret.

Google

  1. Buka Google Cloud Console.
  2. Buat proyek baru, lalu tambahkan kredensial OAuth 2.0.
  3. Tentukan redirect URL, misalnya:
    bash

    http://localhost:8000/auth/google/callback
  4. Dapatkan Client ID dan Client Secret.

Facebook

  1. Buka Facebook for Developers.
  2. Buat aplikasi baru dan tambahkan Login Produk.
  3. Konfigurasikan redirect URL:
    bash

    http://localhost:8000/auth/facebook/callback
  4. Salin App ID dan App Secret.

GitHub

  1. Buka GitHub Developer Settings.
  2. Buat OAuth App baru.
  3. Atur redirect URL:
    bash

    http://localhost:8000/auth/github/callback
  4. Dapatkan Client ID dan Client Secret.

4. Tambahkan Credential ke .env

Masukkan informasi yang didapat ke dalam file .env:

env

GOOGLE_CLIENT_ID=your-google-client-id GOOGLE_CLIENT_SECRET=your-google-client-secret GOOGLE_REDIRECT_URL=http://localhost:8000/auth/google/callback FACEBOOK_CLIENT_ID=your-facebook-app-id FACEBOOK_CLIENT_SECRET=your-facebook-app-secret FACEBOOK_REDIRECT_URL=http://localhost:8000/auth/facebook/callback GITHUB_CLIENT_ID=your-github-client-id GITHUB_CLIENT_SECRET=your-github-client-secret GITHUB_REDIRECT_URL=http://localhost:8000/auth/github/callback

5. Konfigurasikan Socialite di Controller

Buat controller untuk menangani login sosial:

bash

php artisan make:controller SocialAuthController

Tambahkan kode berikut ke SocialAuthController:

php

<?php namespace App\Http\Controllers; use Illuminate\Http\Request; use Laravel\Socialite\Facades\Socialite; use App\Models\User; use Illuminate\Support\Facades\Auth; class SocialAuthController extends Controller { // Redirect ke provider public function redirectToProvider($provider) { return Socialite::driver($provider)->redirect(); } // Callback dari provider public function handleProviderCallback($provider) { try { $socialUser = Socialite::driver($provider)->user(); // Cari user berdasarkan email $user = User::where('email', $socialUser->getEmail())->first(); // Jika user tidak ada, buat user baru if (!$user) { $user = User::create([ 'name' => $socialUser->getName(), 'email' => $socialUser->getEmail(), 'provider_id' => $socialUser->getId(), 'provider' => $provider, ]); } // Login user Auth::login($user); return redirect('/dashboard'); } catch (\Exception $e) { return redirect('/login')->withErrors(['error' => 'Something went wrong!']); } } }

6. Tambahkan Routes

Tambahkan route untuk login sosial di routes/web.php:

php

use App\Http\Controllers\SocialAuthController; // Routes untuk Google, Facebook, dan GitHub Route::get('/auth/{provider}', [SocialAuthController::class, 'redirectToProvider'])->name('social.login'); Route::get('/auth/{provider}/callback', [SocialAuthController::class, 'handleProviderCallback']);

7. Update Model User

Tambahkan kolom untuk provider dan provider_id ke tabel user. Buat migrasi baru:

bash

php artisan make:migration add_provider_columns_to_users_table --table=users

Edit file migrasi dan tambahkan kolom berikut:

php

public function up() { Schema::table('users', function (Blueprint $table) { $table->string('provider')->nullable(); $table->string('provider_id')->nullable(); }); }

Jalankan migrasi:

bash

php artisan migrate

8. Buat Halaman Login

Tambahkan tombol untuk login dengan platform sosial di resources/views/auth/login.blade.php:

html

<a href="{{ route('social.login', 'google') }}" class="btn btn-primary">Login with Google</a> <a href="{{ route('social.login', 'facebook') }}" class="btn btn-primary">Login with Facebook</a> <a href="{{ route('social.login', 'github') }}" class="btn btn-primary">Login with GitHub</a>

9. Jalankan Aplikasi

  1. Jalankan server Laravel:
    bash

    php artisan serve
  2. Buka aplikasi di browser:
    bash

    http://localhost:8000/login

10. Testing

Klik tombol login Google, Facebook, atau GitHub untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.

Jika ada masalah atau error, beri tahu saya! 😊

Anda bilang:
sekarang membuat member area dan mengarahkan login menu ke situ.

Untuk membuat Member Area setelah login dan mengarahkan pengguna ke sana, kita akan menambahkan rute khusus untuk area anggota yang hanya dapat diakses oleh pengguna yang sudah login. Berikut langkah-langkahnya:


1. Tambahkan Middleware Auth pada Member Area

Laravel menyediakan middleware auth untuk memastikan hanya pengguna yang sudah login dapat mengakses rute tertentu.

Tambahkan route untuk Member Area di routes/web.php:

php

use Illuminate\Support\Facades\Route; use App\Http\Controllers\MemberController; // Rute login (sudah ada sebelumnya) Route::get('/login', [SocialAuthController::class, 'showLoginForm'])->name('login'); Route::post('/login', [SocialAuthController::class, 'login']); // Rute Member Area Route::middleware('auth')->group(function () { Route::get('/member', [MemberController::class, 'index'])->name('member.dashboard'); Route::get('/logout', [MemberController::class, 'logout'])->name('logout'); });

2. Buat Controller untuk Member Area

Buat controller baru untuk Member Area:

bash

php artisan make:controller MemberController

Edit MemberController dengan kode berikut:

php

<?php namespace App\Http\Controllers; use Illuminate\Support\Facades\Auth; class MemberController extends Controller { // Menampilkan halaman member area public function index() { $user = Auth::user(); // Mengambil data pengguna yang login return view('member.dashboard', compact('user')); } // Logout pengguna public function logout() { Auth::logout(); return redirect('/login')->with('success', 'You have been logged out.'); } }

3. Buat View untuk Member Area

Buat file view untuk member area di resources/views/member/dashboard.blade.php:

html

<!DOCTYPE html> <html lang="en"> <head> <meta charset="UTF-8"> <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0"> <title>Member Area</title> <link href="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/materialize/1.0.0/css/materialize.min.css" rel="stylesheet"> </head> <body> <nav class="blue"> <div class="nav-wrapper container"> <a href="#" class="brand-logo">Member Area</a> <ul id="nav-mobile" class="right hide-on-med-and-down"> <li><a href="{{ route('logout') }}">Logout</a></li> </ul> </div> </nav> <div class="container" style="margin-top: 50px;"> <h4>Welcome, {{ $user->name }}!</h4> <p>This is your member area dashboard.</p> </div> <script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/materialize/1.0.0/js/materialize.min.js"></script> </body> </html>

4. Ubah Login untuk Mengarahkan ke Member Area

Setelah login, arahkan pengguna ke halaman member area. Perbarui method handleProviderCallback di SocialAuthController:

php

public function handleProviderCallback($provider) { try { $socialUser = Socialite::driver($provider)->user(); $user = User::where('email', $socialUser->getEmail())->first(); if (!$user) { $user = User::create([ 'name' => $socialUser->getName(), 'email' => $socialUser->getEmail(), 'provider_id' => $socialUser->getId(), 'provider' => $provider, ]); } Auth::login($user); // Redirect ke member area return redirect()->route('member.dashboard'); } catch (\Exception $e) { return redirect('/login')->withErrors(['error' => 'Something went wrong!']); } }

Jika Anda menggunakan otentikasi manual (tanpa Socialite), sesuaikan method login di controller login Anda untuk diarahkan ke Member Area setelah sukses login:

php

public function login(Request $request) { $credentials = $request->validate([ 'email' => 'required|email', 'password' => 'required', ]); if (Auth::attempt($credentials)) { $request->session()->regenerate(); // Redirect ke member area return redirect()->route('member.dashboard'); } return back()->withErrors([ 'email' => 'The provided credentials do not match our records.', ]); }

5. Testing

  1. Jalankan server Laravel:
    bash

    php artisan serve
  2. Buka URL login:
    bash

    http://localhost:8000/login
  3. Login menggunakan akun sosial atau email/password.
  4. Setelah login berhasil, pengguna akan diarahkan ke halaman member area:
    bash

    http://localhost:8000/member

6. Logout dan Redirection

Pastikan tombol Logout di Member Area bekerja dengan benar. Klik tombol "Logout" akan mengarahkan kembali ke halaman login.


Jika Anda mengalami masalah atau butuh bantuan lebih lanjut, beri tahu saya! 🚀

sudah saya dokumentasikan di sites google : https://sites.google.com/view/laravel-projects/kontak/lo

Wah, keren banget! Bagus kalau sudah didokumentasikan di Google Sites. Itu langkah yang cerdas, karena dokumentasi akan sangat membantu Anda atau tim di masa depan untuk mengikuti alur dan konfigurasi proyek Laravel Anda.

Kalau ada tambahan fitur lain yang ingin dimasukkan atau diperbaiki di dokumentasi, jangan ragu untuk diskusi lagi, ya. Dan kalau butuh masukan soal bagaimana menyusun dokumentasi yang lebih terstruktur, saya siap bantu! 😊

Btw, semoga proyeknya lancar terus, ya! 🚀

Anda bilang:
ya, membantu banyak orang membuat website sederhana tapi multifungsi dengan laravel

Itu tujuan yang luar biasa! Membantu orang lain memahami Laravel dan membuat website yang sederhana tapi multifungsi pasti sangat bermanfaat. Kalau butuh ide fitur tambahan, template, atau langkah-langkah praktis untuk mempermudah pengguna lain, saya siap bantu. Semoga misinya sukses besar! 🚀

Anda bilang:
saya masih prepare untuk menu member area, urusan dengan keuangan

Baik, jika Anda sedang mempersiapkan menu Member Area dengan urusan keuangan, pastikan fitur seperti dashboard keuangan, riwayat transaksi, dan integrasi payment gateway dipertimbangkan. Jika butuh bantuan mendesain sistem tersebut atau ingin diskusi lebih jauh, beri tahu saya. Semangat terus! 🚀

Anda bilang:
ok.

Siap! Kalau ada yang perlu dibahas lagi, langsung saja. Semoga persiapannya lancar! 💪😊



Anda bilang:
ini sewa tahunan atau bagaimana : https://www.help2pay.com/

Help2Pay adalah gateway pembayaran yang menawarkan solusi otomatis dan aman untuk berbagai industri, termasuk iGaming dan trading.

Mengenai struktur biaya, informasi spesifik seperti apakah layanan ini berbasis sewa tahunan atau model penagihan lainnya tidak secara eksplisit disebutkan di situs web mereka. Untuk mendapatkan detail lengkap tentang biaya dan model penagihan yang diterapkan, disarankan untuk menghubungi Help2Pay secara langsung melalui formulir kontak yang tersedia di situs web mereka.

Dengan demikian, Anda akan memperoleh informasi yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Anda bilang:
saya ingin membuat seperti ini untuk kebutuhan saya lebih spesifik tidak ada di sini : https://majoo.id/

Untuk membuat solusi yang lebih spesifik seperti Majoo namun sesuai dengan kebutuhan Anda, kita bisa memulai dengan:

  1. Analisis Fitur: Identifikasi fitur utama dari Majoo yang relevan, seperti manajemen keuangan, POS (Point of Sale), atau pelaporan bisnis, dan sesuaikan dengan kebutuhan spesifik Anda.

  2. Modul Kustom: Bangun modul khusus yang memenuhi kebutuhan unik Anda, misalnya integrasi dengan sistem pembayaran lokal, pelaporan keuangan detail, atau fitur otomatisasi bisnis tertentu.

  3. Teknologi yang Digunakan: Anda dapat menggunakan Laravel sebagai backend dan framework seperti Vue.js atau React untuk frontend jika diperlukan.

Jika Anda ingin, kita bisa memulai dengan menyusun arsitektur proyek atau daftar fitur utama yang Anda perlukan. Apa langkah pertama yang ingin Anda ambil? 🚀


Anda bilang:
lebih umum vue.js atau react?

Secara umum, Vue.js dan React keduanya sangat populer, tetapi pilihan antara keduanya tergantung pada kebutuhan proyek, pengalaman tim, dan ekosistem yang diinginkan. Berikut adalah perbandingan singkat:


Vue.js

  • Kemudahan Belajar: Lebih mudah dipelajari untuk pemula, terutama jika Anda sudah familiar dengan HTML, CSS, dan JavaScript.
  • Pendekatan Terintegrasi: Vue memiliki template bawaan untuk HTML + JavaScript, sehingga lebih intuitif untuk membuat komponen.
  • Ekosistem Baterai Terpasang: Vue menawarkan alat-alat seperti Vue Router dan Vuex (state management) secara resmi, jadi Anda tidak perlu banyak mencari library tambahan.
  • Cocok untuk: Proyek kecil hingga menengah, atau jika Anda ingin integrasi dengan aplikasi Laravel (karena Laravel mendukung Vue secara default).

React

  • Fleksibilitas: React hanya menyediakan library untuk antarmuka, sehingga Anda memiliki kendali penuh atas alat tambahan (seperti React Router atau Redux).
  • Popularitas dan Komunitas: React memiliki komunitas yang sangat besar, jadi ada lebih banyak plugin, library, dan dukungan dari perusahaan besar.
  • Pendekatan Berbasis JavaScript: React menggunakan JSX, sehingga Anda menulis HTML dalam JavaScript. Ini bisa terasa berbeda bagi pemula tetapi lebih fleksibel untuk pengembang berpengalaman.
  • Cocok untuk: Proyek besar atau aplikasi yang membutuhkan performa tinggi dan kontrol granular.

Mana yang Lebih Umum?

  • Secara global, React lebih banyak digunakan karena diadopsi oleh perusahaan besar (seperti Facebook, Instagram, dan Airbnb).
  • Vue.js lebih populer di Asia (termasuk Indonesia), terutama untuk proyek yang lebih kecil hingga menengah karena kurva belajarnya lebih landai.

Rekomendasi untuk Anda

Jika Anda bekerja dengan Laravel dan ingin pengalaman lebih mulus, Vue.js adalah pilihan alami karena Laravel mendukungnya secara default (melalui Laravel Mix). Namun, jika Anda mengincar fleksibilitas lebih tinggi atau ingin membangun aplikasi besar dengan potensi pertumbuhan yang cepat, React layak dipertimbangkan.

Apakah Anda sudah punya preferensi, atau perlu bantuan untuk mulai dengan salah satu framework? 😊

Anda bilang:
php artisan make:controller AuthController PHP Warning: require(E:\LARAVEL-PROJECT\login-project/vendor/autoload.php): Fai led to open stream: No such file or directory in E:\LARAVEL-PROJECT\login-projec t\artisan on line 18 Warning: require(E:\LARAVEL-PROJECT\login-project/vendor/autoload.php): Failed t o open stream: No such file or directory in E:\LARAVEL-PROJECT\login-project\art isan on line 18 PHP Fatal error: Uncaught Error: Failed opening required 'E:\LARAVEL-PROJECT\lo gin-project/vendor/autoload.php' (include_path='C:\xampp\php\PEAR') in E:\LARAVE L-PROJECT\login-project\artisan:18 Stack trace: #0 {main} thrown in E:\LARAVEL-PROJECT\login-project\artisan on line 18 Fatal error: Uncaught Error: Failed opening required 'E:\LARAVEL-PROJECT\login-p roject/vendor/autoload.php' (include_path='C:\xampp\php\PEAR') in E:\LARAVEL-PRO JECT\login-project\artisan:18 Stack trace: #0 {main} thrown in E:\LARAVEL-PROJECT\login-project\artisan on line 18 masalah apa ini?

Pesan kesalahan tersebut menunjukkan bahwa file vendor/autoload.php tidak ditemukan di direktori proyek Laravel Anda (E:\LARAVEL-PROJECT\login-project). File ini merupakan bagian penting dari proyek Laravel karena digunakan untuk memuat semua dependensi proyek yang dikelola oleh Composer.

Masalah ini kemungkinan terjadi karena:

  1. Dependensi Composer belum diinstal
    Anda mungkin belum menjalankan composer install setelah membuat proyek Laravel.

  2. File vendor terhapus atau rusak
    Folder vendor dan isinya mungkin tidak ada atau terhapus secara tidak sengaja.

  3. Composer tidak terinstal dengan benar
    Jika Composer belum diinstal di komputer Anda, Laravel tidak dapat memuat dependensi.


Cara Mengatasi

  1. Jalankan Composer Install Buka terminal atau command prompt, lalu jalankan perintah berikut di dalam direktori proyek (E:\LARAVEL-PROJECT\login-project):

    bash

    composer install

    Perintah ini akan mengunduh semua dependensi Laravel yang diperlukan dan membuat folder vendor beserta file autoload.php.


  1. Periksa Apakah Composer Terinstal Pastikan Composer sudah terinstal di sistem Anda. Untuk memverifikasi, jalankan:

    bash

    composer --version

    Jika Composer tidak terinstal, Anda dapat mengunduhnya dari getcomposer.org.


  1. Cek Folder Proyek Pastikan direktori proyek Anda memiliki struktur berikut:

    arduino

    login-project/ ├── app/ ├── bootstrap/ ├── config/ ├── database/ ├── public/ ├── resources/ ├── routes/ ├── storage/ ├── tests/ ├── vendor/ ├── artisan └── composer.json

    Jika folder vendor tidak ada, itu adalah indikasi bahwa dependensi belum diinstal.


  1. Hapus Cache Composer (Opsional) Jika perintah composer install tetap bermasalah, coba hapus cache Composer:

    bash

    composer clear-cache

    Lalu ulangi composer install.


  1. Pastikan PHP dan Laravel Versi Sesuai Pastikan versi PHP Anda mendukung versi Laravel yang Anda gunakan. Untuk Laravel 9, Anda membutuhkan PHP versi 8.0 atau lebih baru. Cek versi PHP Anda dengan:

    bash

    php --version

Setelah memperbaiki masalah ini, Anda bisa menjalankan kembali perintah:

bash

php artisan make:controller AuthController

Semoga berhasil! Jika masih ada masalah, beri tahu saya! 😊

Anda bilang:
bisa ndak bantu bikin thema blogger?

Tentu saja, saya bisa membantu membuat tema untuk Blogger (Blogspot). Jika Anda ingin memulai, ada beberapa langkah utama untuk membuat tema Blogger dari awal:


Langkah Umum Membuat Tema Blogger

  1. Rancang Desain Tema: Tentukan tampilan yang Anda inginkan, termasuk tata letak, warna, font, dan elemen lainnya.

  2. Gunakan Struktur Dasar XML Blogger: Tema Blogger menggunakan format XML untuk mendefinisikan struktur dan gaya. Kita akan memulai dengan template default dan menyesuaikannya.

  3. Tambahkan CSS dan JavaScript: Tambahkan gaya kustom menggunakan CSS, dan tambahkan interaktivitas dengan JavaScript jika diperlukan.

  4. Tes di Blogger: Upload tema ke Blogger dan pastikan semuanya bekerja dengan baik.


Apa yang Anda Perlukan?

  1. Apakah Anda ingin tema yang minimalis, magazine-style, atau portofolio?
  2. Apakah ada fitur khusus yang Anda inginkan, seperti sidebar, widget, atau menu dropdown?
  3. Apakah Anda sudah memiliki skema warna atau branding tertentu?

Contoh Struktur Dasar Tema Blogger

Berikut adalah template XML sederhana yang bisa kita kembangkan:

xml

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?> <b:skin><![CDATA[ /* Tambahkan CSS Kustom di sini */ body { font-family: Arial, sans-serif; margin: 0; padding: 0; background-color: #f4f4f4; } .header { background-color: #333; color: #fff; padding: 1rem; text-align: center; } .content { margin: 20px auto; padding: 20px; max-width: 800px; background: #fff; box-shadow: 0px 4px 6px rgba(0, 0, 0, 0.1); } .footer { background-color: #333; color: #fff; text-align: center; padding: 1rem; } ]]></b:skin>

Upload ke Blogger

  1. Salin file XML Anda.
  2. Masuk ke Blogger > Tema > Klik tanda panah di tombol Sesuaikan > Pilih Edit HTML.
  3. Tempelkan kode XML Anda dan simpan.

Jika Anda punya ide spesifik tentang tema yang ingin dibuat, beri tahu saya detailnya, dan kita bisa mulai membuat tema sesuai kebutuhan Anda! 😊



Anda bilang:
oke dah lain kali saja. saya mau fokus laravel. kemaren sudah berhasil, kemudian setting penyimpanan dan directori, bikin laravel jadi gagal terus.

Baik, fokus ke Laravel saja dulu! Kalau ada kesulitan dalam setting penyimpanan atau direktori, beri tahu detailnya, dan saya siap bantu troubleshooting-nya. Semangat terus, ya! 💪😊


Anda bilang:
saya musti uninstall lappy saya dulu, nambah RAM dan ganti SSD.

Wah, upgrade laptop pasti bikin performanya lebih ngebut dan nyaman untuk coding Laravel! Semoga proses upgradenya lancar, dan setelah itu bisa lebih fokus mengerjakan proyek. Kalau butuh bantuan setting ulang Laravel setelah upgrade, kabari saja! 🚀

Postingan Populer

Powered By Blogger